DPW LSM LPAKN-RI Minta Kapolresta Manado Tutup Permainan Judi Berkedok Ketangkasan Di Kawasan Megamas.





DPW LSM LPAKN-RI minta pak kapolres tutup perjudian yang berkedok permainan  ketangkasan.

Lokasi permainan ketangkasan yang terletak di kawasan megamas kecamatan wenang kini di sorot oleh lembaga swadaya masyarakat,pasalnya lokasi tersebut mengundang keramaian orang banyak sehingga rawan terjadi perkelahian.

Kepala Divisi litbang LSM sekaligus tokoh agama bapak Matius Ratulangi mengatakan kalau kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal"beberapa hari ini saya memantau dan meneliti kalau kegiatan ini termasuk ilegal,karena yang saya lihat dibelakang permainan hiburan ketangkasan ini ada sederetan meja memanjang yang berkedok penjualan rokok tapi diputar seperti rolet dan ini tidak boleh dibiarkan"kata Ratulangi pada media ini.

Lagi pula kegiatan seperti ini sangat mengundang berkumpulnya orang banyak,padahal di saat saat seperti ini menjelang bulan suci ramadhan kegiatan tersebut perlu dikaji dan tentunya masih dalam taraf jaga jarak dengan apa yang di anjurkan pemerintah seperti penerapan protokol kesehatan masih harus dipatuhi,ucapnya.

Kami segenap korps LSM LPAKN-RI baik DPW maupun DPD kabupaten kota se sulawesi utara minta ke pihak kepolisian lebih khusus polresta manado,agar segera meneliti kembali ijin yang diterbitkan kepada pengelola permainan hiburan ketangkasan,jelasnya.

Laporan DPW dan DPD telah menjadi atensi DPP karena "diduga"pihak pengelola telah memberikan upeti terhadap oknum oknum petugas keamanan,tegasnya.

Diduga pihak pengelola dengan sengaja telah memakai oknum oknum preman untuk meng back up dan memuluskan  usaha perjudiannya.

Lebih jauh dikatakannya kalau pihak kepolisian tidak bisa mengatasi masalah ini,maka dari pihak kami yang tentunya secara prosedural akan bertindak bersama tokoh tokoh agama dan minta agar pengelola segera menutup kegiatan tersebut.tegasnya.

Sementara wartawan media ini mencoba  konfirmasi langsung ke polresta namun pak kapolres tidak berada di tempat.sementara pihak pengelola bapak Iwan,tidak bisa memperlihatkan ijin dari pihak terkait yang menyangkut kegiatan ini,namun kepada wartawan media ini pak Iwan minta untuk bertemu langsung dengannya dalam konteks klarifikasi.

Demikian siaran berita ini yg di konfirmasikan ke awak media harian djakarta.(tim red)

Komentar