Pajak Hiburan Sebesar 25% Dari Pendapatan di Simalungun Diduga Asal Asalan

 



Simalungun, Hariandjakarta

Pelaksanaan pengutipan pajak hiburan di kabupaten Simalungun sebesar 25% diduga dilakukan asal asalan saja.

Rio saragih kepala bidang (Kabid) pajak lainya melalui Robi sebagai Kasubid Pendataan dan Penetapan Pendapatan saat dimintai penjelasan di ruang kerjanya, Senin (28/3/22) mengatakan,

Dijelaskan pasal 19 ayat (h) di peraturan daerah 31 dijelaskan bahwasanya Panti pijat, Repleksi, Mandi uap atau Spa dikenakan beban pajak sebesar 25% dari pajak omsetnya, Bahwasanya pajak hiburan dilaporkan sendiri oleh pengusaha berdasarkan omsetnya, dan objek pajak hiburan ini adalah jasa penyelenggara hiburan dengan dipungut bayaran, artinya tidak semua hiburan itu dikenakan pajak.

Untuk wajib pajak kita yang ada di kabupaten simalungun ada terdapat di dua kecamatan yaitu 1 di kecamatan Bandar dan 7 di kecamatan Siantar,  untuk pajaknya di tahun 2021 ada sekitar Rp 5.740.000,- yang dalam artinya besaran omset selama satu tahun berkisar Rp 22.960.000 -

Sementara untuk di tahun 2022 selama tiga bulan ini telah ditetapkan sebesar Rp 2.025.000,- dengan kitaran omset sebesar Rp 8.100.000,-

Jadi kita mengenakan pajak itu sesuai dengan lis nya, dan menu yang disajikan dikalikan dengan tarif pajak 25%.

Dengan adanya pandangan negatif kepada tempat hiburan, kita telah menghimbau melalui UPT agar pada tempat hiburan tidak ada kericuhan dan prqktek praktek ilegal yang seperti banyak terdengar dikalangan masyarakat, dan apabila itu terdapat maka akan ada sangsinya, jelasnya

Melalui penjelasan yang di paparkan oleh Robi timbul dugaan pelaksanaan pengutipan pajak dilakukan dengan asal asalan karena nilai pajak yang diterima tidak memiliki nilai nominal yang menetap, yang seolah olah kapan saja akan bisa berubah.


Penulis, Robin silaban

Komentar