Kegiatan Bimtek Guru SD Siantar di Hotel Diduga Sebagai Kegiatan Lahan Korupsi

 



Pematangsiantar, Hariandjakarta

Dalam rangka menghadapi Olympiade  tingkat Sekolah Dasar (SD) di kota Pematang siantar, Dinas pendidikan melaksanakaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para guru selama tiga hari  karena dianggap belum mampu melaksanakan pembelajaran ataupun  membuat soal yang mengarah ke sistem Higher Order of Thinking Skill (HOTS).

Terkait pelaksanaan Bimtek, Kusdianto sebagai Plt Kepala dinas pendidikan di pematang siantar ketika dimintai keterangan oleh Hariandjakarta.com  seolah tidak mampu untuk menjelaskan.

Kusdianto meminta agar Hariandjakarta melakukan konfirmasi kepada Lusamti simamora selaku kepala bagian di SD saja.

" Konfirmasi saja ke kabid, karena ini adalah program ditahun 2021 dan pelaksanaanya sekarang, saya sendiri masih baru di sini, jadi lebih jelasnya dia (Lusamti) yang bisa lebih jelas untuk menerengkanya" ucapnya

Sementara itu, Lusamti simamora yang sedang berada di luar kota, ketika dimintai penjelasan melalui telpon selular  mengatakan bahwa  kegiatan Bimtek yang diikuti oleh para guru adalah bertujuan untuk peningkatan kompetensi guru.

Kegiatan Bimtek dilakukan selama tiga hari dan di ikuti oleh perwakilan 2 orang guru dari masing masing sekolah, untuk biaya kegiatan Bintek sendiri diambil dari Dana Bos dengan besaran Rp900.000.- per orangnya.

Informasi didapat, Guru yang mengikuti kegitan Bintek adalah sebanyak 211 orang dan bila dilakukan penghitungan biaya yang  terkumpul mencapai Rp189.900.000,-

Diduga, dengan  besaran anggaran Rp 189.900.000,- tidak lah akan habis untuk kegiatan tersebut.

Salah satu pekerja di Hotel Horizon yang tidak mau menyebutkan namanya ketika dimintai keterangan sewa gedung aula dan paket snak perharinya mengatakan tidak mengetahuinya.


Penulis, Robin silaban

Komentar