Pelantikan Esselon III di Pemkab Simalungun Adalah Cara Mengobati Pelanggaran Bupati.

 



Simalungun, Hariandjakarta

Sikap Radiapoh Hasiholan Sinaga  Bupati Kabupaten Simalungun yang kembali melakukan pelantikan terhadap pejabat esellon II yang telah di non job kan dari jabatan menjadi pejabat penjabat esselon III dilingkungan pemerintahan kabupaten simalungun, yang diwakilkan oleh Esron sinaga selaku Sekretaris Daerah, Jumat (4/2/22)  adalah sebuah strategi mengobati  pelanggaran.

Hal tersebut diucapkan oleh salah satu mantan kepala OPD inisial (JS) kepada Hariandjakarta melalui telpon seluler.

JS mengatakan, Pelantikan yang dilakukan oleh Bupati Radiapoh kepada para esselon II Jabatan Pratama Tinggi yang tadinya telah dicopot tanpa alasan yang tepat menjadi penjabat yang selayaknya diemban oleh esselon III adalah strategi mengobati pelanggaran yang dilakukan.

" Itu adalah cara untuk mengobati pelanggaran yang telah dilakukan nya,"

Pemberhentian yang dilakukan oleh Bupati Radiapoh kepada para esselon II jabatan tinggi pratama dari jabatanya dianggap telah menyalahi karena pada  setiap pemberhentian ataupun pencopotan pada jabatan seharusnya terjadi karena ada sangsi akibat sebuah kesalahan.

Dalam hal tersebut, Bupati belum pernah membuat keputusan kepada ke 18 OPD dalam kesalahan hal apa yang dilakukannya. Yang mana seharusnya Bupati Radiapoh sebelum melakukan pencopotan jabatan harus memutuskan dan menjelaskannya.

Perlu diketahui, sekarang ini sudah ada peraturannya dalam pencopotan jabatan harus berdasarkan unsur unsur yang tepat, tidak asal suka hati saja. Jadi itulah yang dilanggar oleh Bupati, lalu untuk mengobati itu Bupati membuat esselon III yang sekarang, mau ke esselon III pun dia buat itu adalah tetap Deposi penurunan yang mana Deposi penurunan itu terjadi seharusnya karena melanggar peraturan kedisiplinan, melanggar peraturan kerja kinerja dan melanggar peraturan kepegawaian.

"Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan kenapa ke 18 orang itu diberhentikan" tegasnya

JS memperumpakan Bupati Radiapoh adalah bagaikan seorang guru yang membuat anak murid SMA yang sudah duduk dibangku kelas 3 tinggal kelas menjadi kelas 1 lagi, meskipun anak itu memiliki nilai baik dan tanpa pernah mendapat teguran.

"Buat saya pribadi bukanlah mempermasalahkan jabatan, tetapi saya mau tau apa kesalahan dan pelanggaran yang saya lakukan, beritahu lah kalau memang ada"  Tegasnya lagi sambil menyudahi


Penulis, Robinsar silaban

Komentar