Lapas Kls II A Pematangsiantar Rehab 160 WBP.

 




Simalungun,Hariandjakarta

Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kls IIA Pematangsiantar, jalan Asahan merehabilitas 160 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tersandung kasus dalam penyala gunaan narkoba.

Kegiatan rehabilitas yang dilakukan kepada 160 WBP tersebut dilaksanakan seiring dengan kegiatan peresmian rehabilitas. Jumat (4/2/22)

Rudy Fernando Sianturi Kalapas kls II A Pematangsiantar mengatakan program rehabilitasi ini sesuai Program Kementerian Hukum dan HAM  No. 12 tahun 2017 tentang Rehabilitasi Narkotika bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan dan Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan No : PAS-UM.01.01.101 perihal Petunjuk Penyelenggaraan Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2022. Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum & HAM Nomor : PAS-1853.PK.01.06.04 TAHUN 2021 Tentang Penetapan UPT Pemasyarakatan penyelenggaraan  Rehabilitasi Pemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan pecandu, penyalahgunaan dan korban penyalahgunaan narkotika Tahunn 2022.

Kemudian, Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan No PAS-168.OT.02.02 Tahun 2020 tentang standard layanan rehabilitasi pemasyarakatan. Perjanjian kerjasama antara Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematangsiantar serta Kepala BNN Pematangsianatar tentang Lapas Bersinar.

Dari 160 orang WBP yang di rehabilitas  sebanyak 120 orang merupakan peserta rehabilitasi sosial dan 40 orang merupakan peserta rehabilitasi medis.

Kalapas mengungkapkan bahwa program ini merupakan metode agar WBP mampu berubah dan menjadi lebih baik dan kembali diterima ditengah-tengah keluarga dan masyarakat, dan dapat berhenti dari ketergantungan narkotika.

"Kita berharap seluruh WBP tetap semangat dalam mengikuti kegiatan rehabilitasi sampai prosesnya selesai," ujarnya.

Penulis, Robinsar silaban

Komentar