Dikonfirmasi Tentang Pembayaran Upah, SDM Dan Manager Bah Butong Memilih Bungkam

 




Simalungun, Hariandjakarta
Menindak lanjuti beredarnya informasi pemberitaan di salah satu media online, kamis (3/2) tentang unjuk rasa yang dilakukan oleh para karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) kebun teh Bah butong. Kabid distrik 3 terkesan tidak mau memberikan penjelasan, Sementara SDM dan Manager perkebunan lebih memilih bungkam. Selasa (15/2/22)

Sebelumnya, dalam pemberitaan media lain mengatakan pengakuan seorang buru inisial (BS) memaparkarkan mendapatkan upah sebesar Rp175/ kg dari hasil memanen, namun itupun juga dibebani dengan potongan buat minyak mesin pemanen, kononya lagi pada selasa (25/1) para BHL bekerja namun tidak mendapatkan upah alias di hitung nol.

Berdasarkan informasi yang didapat, pembayaran upah hasil panen kepada para BHL dilakukan dengan cara melihat kualitas dari hasil yang dipanen, yang antara lainnya mulai dari harga 175 hinga 500 rupiah per kg nya. Namun hasil upah yang diterima selalu dibayarkan pada kategori mutu terendah.

Sangat disayangkan dengan sikap  Hwin Dwi Putra selaku manager dan Raffiudin selaku SDM pada perkebunan milik negara ini lebih memilih diam ketika hendak dimintai keterangan melalui telpon seluler.

Adanya perlakuan  memprihatinkan yang diterima oleh pihak pekerja BHL kebun Bah Butong ini diduga adanya oknum oknum tertentu yang mengambil keuntungan secara pribadi dibalik kesengsaraan para buru.

Penulis, Robinsar silaban

Komentar