Di Kabupaten Simalungun Ada 11 Wilayah Masuk Zona Merah Kasus Narkoba.

 




Simalungun,Hariandjakarta
Dari 386 Nagori dan 27 kelurahan yang ada di kabupaten Simalungun 11 wilayah yang  masuk pada dominasi  jona merah rawan narkoba.

Hal tersebut diucapkan oleh kadis DPMP Jonni Saragih dihadapan para pangulu setelah selesai pelaksanaan kegiatan sosialisassi fasilitas penyusunan perencanaan pembangunan nagori melalui sosialisasi peraturan bupati tentang dana desa dan alokasi dana serta pembagian aplikasi siskemdes persi zona dalam bimbingan Royani Harahap selaku ketua pendamping. Selasa (20/2/22) di kantor dinas DPMPN

Sebelumnya, setelah selesainya Royani  dalam pemaparan nya pada bahan  sosialisasi, Royani meminta kepada para pangulu Nagori agar memiliki sinergritas, melakukan kerja sama kepada pihak pendamping, kepada dinas, untuk  pencapaian hasil kinerja yang lebih baik guna membawa kabupaten simalungun yang akan lebih baik dalam pembangunan.

Diakhir pertemuan dengan para pangulu, Jonni Saragih selaku kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakata dan Pangulu Nagori ( DPMPN)  mengatakan dari 386 Nagori dan 27 kelurahan yang ada di kabupaten simalungun menurut data BNN ada 11 wilayah yang masuk dalam zona merah dalam kasus narkoba, antara lain nya adalah : Nagori Sei mangkei, Nagori Pamatang simalungun, Nagori Tiga raja, Nagori Balimbingan, Nagori Sinabak, Nagori Parlanaan, Nagori Tanjung Rapuan, Kelurahan Perdagangan I, Kelurahan Perdagangan II dan Kelurahan Perdagangan III.

Dengan meningkatnya kasus Narkoba di kabupaten Simalungun, Jonni meminta kepada para Pangulu agar memiliki peran aktif dalam melakukan sosialisasi bahaya narkoba.

" Harapan saya agar para Pangulu aktif mensosialisasikan bahaya narkoba di nagori masing masing" pinta Jonni


Penulis, Robin

Komentar