Tes Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Pijot Tahun 2021 Di Duga Syarat Dengan Permainan.

 




Lombok Timur - NTB ;  Harian Jakarta Com.

Beberapa warga Desa Pijot, Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur , NTB menduga bahwa seleksi penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Pijot Tahun 2021 syarat dengan permainan yang sudah di setting dengan sangat bagus dan sangat canti lagi rapi agar terkesan di laksanakankan sangat transparan dan profisional.

Hal tersebut di ungkap oleh salah seorang warga Desa Pijot  " MUKHSAN" yang dalam pantaoan dan pengamatannya adalah semua calon perangkat Desa ( Kawil ) yang di beckup oleh Kades Pijot Abd. Rahman nilainya rata - rata 99, 97, 91, yang notebenenya pendidikannya  Paket C , dan anehnya bisa mengalahkan seorang sarjana kualifikasi S 1, ini sangat aneh sedangkan yang Pendidikannya Sarjana hanya bisa memperoleh 50 an atau 60 an saja, ini ada apa dan patut kami pertanyakan, dan sudah jelas dalam hal ini kunci jawaban sebelum masuk ruangan sudah mereka hapal dan kuasai, hanya saja kami tidak bisa buktikan secara fisik tapi kami menduga kuat ada permainan yang sudah di atur sedemikian cantik, ini sungguh terlalu sangat keteelaluan,  ujar Muksan 13 / 12 /2021 pukul 06.00 WITA saat diminta pandangannya.

Dan kami minta kepada Calon yang merasa di zolimi agar tidak mau menerima keputusan hasil tes, karena tidak bersaing secara sehat , dan kami menduga ada kedip mata antara Camat Keruak KAMARUDDIN dan Kades Pijot ABD. RAHMAN, dan ini merupakan balas jasa Kades terhadap timsesnya pada saat Pilkades yang lalu, ungkapnya.

Sambutan pidato Sekcam , ketua panitia, hanya sekedar acara serimonial dan sebagsi formalitas belaka saja yang mengatakan transparan , profisonal, dan sebagainya tapi itu semua tidak benar dan dan kami mosi tidak percaya kepada penyelenggara jika semua cara sepeeti di lakukan.

Sedangkan Sekcam Keruak Supratman, S.AP selaku penguji wawancara menyatakan saya  sudah bekerja sesuai dengan  tugas dan fungsinya sebagai penguji saat tes , itu saja ujarnya singkat.

Sedangkan Jalaluddin sebagai ketua panitia menyatakan, kami hanya menerima bwrkas administrasi lalu di peripikasi persyaratan lengkap, dan kami mempasilitasi tes, bukan kewenangan kami menentukan tentang lulus atau tidak, tapi melihat hasil tes, siapa tertinggi itu lulus, tentang pwrmainan kami tidak tau dan kami hsnya mempasilitasi saja, ujarnya  ( tim **** )

Komentar